Kreatif, Napi Lapas Banyuwangi Kembangkan Batik Using

batik lapas banyuwangi. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi terbilang beda. Disela menjalani hukuman, mereka memiliki kegiatan kreatif. Membatik. Uniknya, motif batik ini melestarikan motif suku Using, Banyuwangi, Gajah Oling. Bedanya, motif ini memiliki ciri khusus buatan para napi. Yakni, menggunakan motif  gelang yang identik dengan borgol.

Bukan tanpa alasan, motif borgol ini mengingatkan para napi dengan kehidupan di lapas.” Batik ini memberikan kegiatan kreatif bagi para napi. Disela mereka menjalani hukuman, kita latih membatik. Motif ini dikenal dengan Batik Gajah Oling Jeruji (Bagaju),” kata Kepala Lepas II B Banyuwangi, Ketut Akbar Harry Achjar, Rabu (16/1).

Dijelaskan, pelatihan batik ini dilakukan oleh salah satu pengusaha batik di Banyuwangi. Dimulai beberapa bulan lalu. Hasilnya, batik buatan napi ini banyak diminati. Sementara, masih menggunakan batik tulis. Motif yang dikembangkan melestarikan batik asli Banyuwangi yang sedang naik daun. “ Kami produksi batik mulai desain hingga pewarnaan. Banyak napi yang sudah lihai menekuni kerajinan ini,” jelasnya.

Rata-rata, kata Akbar, satu pengrajin bisa menghasilkan satu batik tulis selama tiga hari. Kini, pesananpun mengalir. Banyak lembaga yang memesan batik kreasi napi tersebut.

Menurut Akbar, dengan kualitas yang baik, harga batik tulis buatan para napi ditawarkan cukup terjangkau. “ Kalau di luaran, harga batik tulis sekitar Rp 500.000, buatan kami ditawarkan hanya Rp 250.000,” ujarnya.

Hasil pembuatan batik, lanjutnya, digunakan untuk kegiatan Lapas. Pembatiknya juga mendapatkan honor sesuai jumlah yang dihasilkan. Ke depan, kata dia, pihaknya akan memproduksi batik cap secara massal. Sehingga, konsumen bisa menikmati batik dengan harga relatif terjangkau. Pihaknya berharap, pelatihan batik ini akan memberikan keterampilan bagi napi saat keluar Lapas.

Selain batik, napi dilatih beragam pelatihan kreatif. Seperti, peternakan lele, pembuatan susu kedelai dan aneka kerajinan berbahan kayu. Khusus kerajinan kayu ini, produknya sudah tembus ekspor. “ Kami bekerjasama dengan eskportir. Para napi kita latih membuat kerajinan yang bisa dipasarkan ke Eropa dan Korea,” jelasnya.

Saat ini, jumlah penghuni lapas Banyuwangi mencapai 1.040 orang. Padahal, kapasitasnya hanya 260 orang. Over kapasitas membuat lapas rawan gesekan. Sehingga, para napi diberikan kegiatan positif. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484