Harga Murah, Pengiriman Buah Naga tetap Normal

Aktivitas pengiriman buah naga di salah satu pengepul di Bangorejo. (foto/bb/tin)

Bangorejo (BisnisBanyuwangi.co.id) – Musim panen raya tak membuat petani buah naga di Banyuwangi sumringah. Justru, murung. Pemicunya, harga komoditi ini anjlok tajam. Hanya berkisar Rp 2000 per kilogram. Meski begitu, minat menanam buah naga tetap saja berlanjut. Aktivitas jual beli buah ini juga normal. Seperti di salah satu pengepul buah naga “ Cahaya Buah” di Desa Ringinrejo, Kecamatan Bangorejo, Kamis (24/1). Usaha ini ditekuni Hakim, warga setempat.

Menurut Hakim, anjolknya harga buah naga  bukan tahun ini saja. Tapi, tiap kali musim panen raya, harga selalu anjlok. Meski begitu, buah naga tetamenjadi menjadi primadona petani Banyuwangi. Banyak petani yang tetap menanam komoditi ini. Terutama di Banyuwangi selatan. Panen raya, kata Hakim, mulai Januari hingga Maret.  “ Saat ini harga harga Rp 2.000 per kilogram untuk kualitas super ,” kata Hakim.

Anjloknya harga, kata dia, akibat melimpahnya pasokan. Sehingga, pedagang buah harus perang harga agar dagangannya cepat laku. Apalagi, buah naga tak bisa bertahan lama. Sehingga, membuat pengepul tak lagi berpikir untung. “ Yang terpenting bagaimana pasokan buah naga ini cepat habis,” ucapnya.

Selama ini, pengiriman buah naga kebanyakan ke Jakarta, Probolinggo dan Surabaya. Proses pengiriman ke Jakarta perlu waktu 2- 3 hari. Jika musim panen raya, pihaknya bisa mengirim 10 – 15 ton buah naga per hari. Saat di luar musim hanya 4 ton per hari.  “ Buah naga hanyabertahan maksimal 7 hari,” jelasnya.

Melimpahnya pasokan buah naga, membuat pengepul dan pedagang buah naga harus memutar otak, bagaimana stok buah naga cepat habis. Saat panen raya, keuntungan pengepul juga tipis. Pihaknya menjalin kerjasama dengan petani agar pasokan buah tetap stabil. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484