Meluas, Penyebaran Tabloid “Indonesia Barokah”

Panwascam Glagah, Banyuwangi menunjukkan kiriman tabloid yang diterima desa setempat, Jumat (25/1). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Penyebaran tabloid “Indonesia Barokah” di Banyuwangi makin meluas. Hingga, Jumat (25/1), penyebaran media yang kontroversial itu sudah meluas hingga lima kecamatan. Menariknya, seluruhnya dikirimkan ke kantor desa.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi Hamim mengatakan hasil investigasi sementara temuan tabloid “Indonesia Barokah” sudah menyebar di lima kecamatan. Sehari sebelumnya, baru tiga kecamatan. “ Hingga Jumat siang, laporan yang masuk sudah menyebar ke lima kecamatan. Masing-masing, Cluring, kota Banyuwangi, Sempu, Glagah dan Giri,” kata Hamim. Sayangnya, pihaknya belum mendata pasti berapa jumlah eksemplar tabloid yang sudah tersebar.

Hamim menambahkan, pihaknya masih terus mendata penyebaran tabloid tersebut melalui Panwas kecamatan. “ Kita terus meminta Panwascam melakukan pendataan. Seluruh tabloid yang ditemukan, kita kumpulkan sementara,” jelasnya. Pihaknya juga menghimbau ke masyarakat jika mendapati kiriman tersebut bisa berkoordinasi dengan Panwas terdekat.

Terbaru, temuan tabloid “Indonesia Barokah” dikirimkan ke tiga kantor desa di Kecamatan Glagah. Masing-masing Desa Kampunganyar, Paspan dan Glagah. Menariknya,  tabloid itu diterimakan ke pelayanan desa. Karena curiga, perangkat desa memilih melakukan koordinasi dengan Panwascam. “ Pengirimnya tidak jelas. Jasa pengiriman dari Jakarta. Diterima pihak desa mulai Kamis (24/1),” kata Panwascam Glagah Rimang Barsoro Widiyanto.

Menurut Rimang, lantaran viral, pihaknya sementara mengamankan kiriman tabloid tersebut. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan jajaran desa untuk mengidentifikasi kemungkinan munculnya kiriman tabloid tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Banyuwangi mengamankan sejumlah tabloid ” Indonesia Barokah” yang dikirimkan ke sejumlah masjid, Kamis (24/1). Surat kabar itu diterima para pengurus masjid yang tersebar di tiga kecamatan. Masing-masing Cluring, Sempu dan kota Banyuwangi. Bawaslu terpaksa mengamankan penyebaran tabloid tersebut lantaran dinilai mencurigakan. Termasuk, adanya laporan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres nomor urut dua di Bawaslu Pusat. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484