Rawan Tsunami, KLHK Imbau Warga Pesisir Tanam Cemara Udang

Aksi tanam cemara dari KLHK dan Pertamina di Pantai Cemara, Banyuwangi, Minggu (27/1). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Menjadi negara kepulauan, Indonesia cukup rawan diterjang musibah tsunami. Mengantisipasi bencana itu, warga pesisir diminta siaga. Selain itu, warga diimbau gencar menanam  cemara di bibir pantai. Tanaman ini sangat kuat menahan terjangan ombak, termasuk menjadi kawasan berkembangnya biota laut. Imbauan itu disampaikan Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Karliansyah disela penanaman massal pohon cemara di Pantai Cemara, Kelurahan Pakis, Banyuwangi, Minggu (27/1).

Pejabat ini menjelaskan, musibah tsunami di Banten menjadi pelajaran berharga. Dia mencontohkan, saat tsunami menerjang, kawasan yang tak memiliki vegetasi hancur total. Sebaliknya, pesisir yang ditumbuhi tanaman cemara kerusakannya tak terlalu parah. “ Ini membuktikan jika tanaman vegetasi ini cukup kuat menahan terjangan tsunami. Kami mengimbau warga dan kelompok masyarakat pesisir menggalakkan penanaman pohon cemara,” jelasnya.

Menurut Karliansyah, pihaknya bersama Pertamina sudah banyak menggelar kegiatan penanaman pohon cemara di pantai. Tujuannya, mengajak masyarakat peduli dengan antisipasi bahaya tsunami. “ Jadi, pohon cemara ini menjadi penghalang yang sangat kuat dari terjangan ombak,” imbuhnya. Selain tsunami, tanaman cemara sangat kokoh menahan abrasi. Sehingga, gerusan ombak bisa dihadang jika cemara ditanam di bibir pantai.

Selain itu, lanjutnya, cemara menjadi tempat yang nyaman bagi biota laut. Salah satunya, penyu. Apalagi, kata Karliansyah, 65 persen sumber pangan di Indonesia berasal dari pesisir. Karena itu, kawasan pesisir harus bersih dan kokoh dari terjangan ombak. “ Kalau pesisir kita kotor oleh sampah, bagaimana bisa hidup biota laut. Apalagi, jika gersang tanpa tanaman cemara,” jlentrehnya.

Selama ini, kata dia, sampah plastik yang paling banyak ditemukan di pesisir dan laut. Hasil pembersihan pesisir yang dilakukan KLH bersama masyarakat, selama dua tahun terakhir berhasil mengangkat 1,2 juta ton sampah plastik. “ Ini sangat miris. Bahkan, hasil penelitian di Makassar, ada ikan ketika dibelah berisi plastik di perutnya. Artinya, smapah plastik sudah sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.

Penanaman cemara dan pembersihan pantai, lanjutnya, juga menjadikan pantai sebagai kawasan wisata yang indah. Dia mencontohkan Pantai Cemara, Banyuwangi yang bisa menarik wisatawan dengan konservasi tanaman cemara. Serta, perlindungan tukik atau anakan penyu. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484