Jalan Mulus, Kunjungan ke Alas Purwo Meningkat

0
Padang Sadengan Alas Purwo yang menjadi tempat eksotik kawanan fauna langka. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Mulusnya jalan menuju Taman Nasional Alas Purwo membuat kunjungan wisatawan ke kawasan wisata ini melonjak. Selain mulusnya infrastruktur, naiknya kunjungan juga dipicu penetapan biosfer dan cagar alam dunia oleh UNESCO.

Kasubag TU Balai Taman Nasional Alas Purwo Muhammad Wahyudi menjelaskan naiknya kunjungan wisatawan ke Alas Purwo dirasakan paling tajam sejak tiga tahun terakhir. Tahun 2016, wisatawan yang berkunjung mencapai 134.130 orang. Lalu, tahun 2017 sebanyak 137.430 orang. Jumlah ini melonjak taham tahun 2018 yang tembus 211.049.  “Lonjakan ini seiring perkembangan sektor pariwisata di Banyuwangi. Apalagi kini ada penerbangan langsung dari Jakarta dan Surabaya serta direct flight dari Kuala Lumpur. Ditunjang perbaikan akses serta penambahan sarana dan prasarana yang menambah kenyamanan pengunjung,” kata Wahyudi, Rabu (13/2).

Perbaikan akses jalan menuju Alas Purwo hingga Pantai Pancur, kata dia, menjadi penopang wisatawan mau berkunjung ke Alas Purwo. Selama ini, kata dia, wisatawan enggan berkunjung lantaran aksesnya yang kurang nyaman. “ Sekarang, setiap akhir pekan, kunjungan wisatawan selalu ramai,” jelasnya.

Taman Nasional Alas Purwo lanjut Wahyudi dikenal dengan hutan alami dan aneka satwa dilindungi. Menyusuri kawasan ini tak ubahnya menjelajahi alam liar di Indonesia, konon merupakan tanah tertua di Jawa. Luas Alas Purwo mencapai 44.037 hektar. Wisatawan dapat melalui Kota Banyuwangi berlanjut menuju Kalipait. Jarak tempuh sekitar 1 jam lebih. Tarif masuknya Rp 7.500 per orang. Wisatawan akan disambut rerimbunan pohon mahoni di sepanjang jalan utama. Menyusurinya juga menyenangkan. Jalannya sudah beraspal, mulus.

Di dekat pintu masuk, wisatawan bisa melihat candi Hindu, Situs Kawitan. Dalam bahasa Jawa Kawi artinya tua. Ini dikaitkan dengan Alas Purwo, dipercaya sebagai tanah yang tertua di Jawa.

Paling menarik, padang savanna ke Sadengan. Di tempat ini, bisa melihat burung merak, rusa, dan banteng Jawa. Pengunjung bisa melihat dari menara.  Jika ingin melihat burung merak, harus datang pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB. “ Taman Nasional Alas Purwo terdiri dari 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil,”jelas Wahyudi. Alamnya juga eksotis. Pantainya berpasir putih, bersinggungan dengan Samudera India.

Di Pantai Ngagelan, menjadi lokasi berlabuhnya penyu saat bertelur. Lalu ada Pantai Pancur yang menjadi pintu masuk menuju goa sakral, Goa Istana.  Terakhir, Pantai Plengkung atau Pantai G-Land menjadi surga bagi peselancar profesional. “ Tinggi ombaknya bisa 6 meter,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484