Membandel, Tujuh “Billboard” Caleg Diberangus

0
Baliho caleg yang terpasang di billboard diturunkan paksa Satpol PP bersama Bawaslu Banyuwangi, Rabu (27/2). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi terus unjuk gigi menertibkan alat peraga kampanye (APK) melanggar. Terbaru, tujuh billboard caleg yang terpasang di tujuh titik diturunkan paksa, Rabu (27/2). Rata-rata, milik caleg DPR RI.

APK raksasa itu terpaksa diberangus lantaran melanggar. Meski sudah ditegur, tak juga diturunkan. Akhirnya, bersama Satpol PP, Bawaslu menurunkannya. “ Berdasarkan laporan Panwascam, ada tujuh billboard yang melanggar. Akhirnya, kita turunkan semuanya,” kata Koordinator Devisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banyuwangi Anang Lukman.

Ditambahkan, APK tersebut melanggar lantaran menyebutkan nomor caleg hingga logo partai. Sehingga, melanggar. Apalagi, terpasang di billboard yang berdiri di pinggir jalan raya. Tujuh billboar caleg yang ditertibkan tersebar di Kalipuro, Giri, Kabat, Gambiran dan tiga titik di Genteng. “ Sebagian besar billboard caleg DPR RI,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya mengajak Satpol PP selama penertiban. Sebab, Satpol PP yang memegang wewenang penertiban. Sebelumnya, pihaknya sudah menertibkan 9 APK billboard caleg dan capres. Billboard tersebut ditertibkan lantaran  melanggar Surat Edaran (SE) Bawaslu No.1990/2018 tentang Petunjuk Kampanye. Sesuai aturan, APK dilarang terpasang di tempat yang terkena restribusi pajak. “ Billboard ini tempat yang terkena retribusi. Boleh digunakan, syaratnya harus ada petunjuk dari KPU,” jelasnya.

Penertiban kali ini, diawali menyisir billboard di pinggiran kota. Lalu, masuk kota dan bergerak ke selatan Banyuwangi. Seluruh billboard yang ditertibkan diamankan ke kantor Bawaslu. “ Bagi pemiliknya bisa mengambilnya di kantor Bawaslu,” tegasnya.

Menurut Anang, penertiban APK melanggar akan terus digelar hingga H-7 pencoblosan pemilu, 17 April mendatang. Sebelumnya, Bawaslu Banyuwangi mencatat jumlah APK caleg dan capres sebanyak 5.015. Dari jumlah ini, sebanyak 2.254 APK jenis baliho yang melanggar.  Lalu, umbul-umbul sebanyak 198 biji. Sisanya, billboard dan poster. Pelanggaran rata-rata menabrak peraturan daerah (perda). Seperti, terpasang di dekat tempat ibadah, sekolah dan mengganggu pemandangan pengguna jalan. Ada juga yang terpasang di pohon. Dari sekian baliho yang melanggar, sebanyak 2.741 sudah ditertibkan. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484