Reses Sambil Kampanye, Caleg Hanura Dilarang Kampanye Seminggu

0
Bawaslu menggelar sidang putusan pelanggaran administrasi pemilu, Selasa (5/3). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi akhirnya memberikan sanksi tegas kepada oknum caleg DPRD Banyuwangi dari Partai Hanura, Punjul Ismuwardoyo.  Dalam sidang putusan pemeriksaan pelanggaran administrasi Bawaslu, Selasa (5/3) siang, anggota DPRD Banyuwangi ini dinyatakan terbukti melanggar aturan kampanye. Sebab, dilakukan disela reses.

Sanksinya, dia dilarang melakukan kampanye terbatas maupun tatap muka selama tujuh hari. Bawaslu juga memberikan tembusan sanksi tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi. Sehingga, bisa diberikan sanksi internal di DPRD. Putusan larangan kampanye itu juga ditembuskan ke polisi agar tak memberikan izin penyelenggaraan kampanye terbuka bagi terlapor. “ Terlapor dalam pemeriksaan terbukti melakukan pelanggaran administrasi dalam hal kampanye. Sebab, menggunakan masa reses untuk kampanye,” kata Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim usai sidang.

Dalam putusannya, Bawaslu menyatakan terlapor melanggar UU No.7/2017 tentang Pemilu, UU No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Bawaslu RI No. 8/2018 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administrasi Pemilu dan Surat Bawaslu RI tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pengawasan Kampanye Masa Reses DPD, DPR RI, DPRD. “ Selama pelaksanaan sanksi, kita bersama Panwascam akan memantau kegiatan terlapor. Jika melakukan kampanye, akan langsung kita bubarkan,” jelas Hamim. Putusan Bawaslu ini menjadi yang pertama di Banyuwangi terkait pelanggaran kampanye yang dilakukan oknum caleg petahana.

Pelanggaran kampanye saat reses ini dilakukan di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, 10 Februari 2018. Kala itu, anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi ini menggelar reses bersama warga setempat. Ternyata, ditemukan unsur kampanye. Seperti minta doa restu pencalegan dan menyebut nomor urut hingga nomor partainya. Kasus ini ditemukan langsung Panwascam Muncar, Aries Sumartadi. Lalu, dilaporkan ke Bawaslu hingga berlanjut ke persidangan.

Sementara itu, Punjul Ismuwardoyo mengaku akan menghomati putusan Bawaslu tersebut. Dia memastikan tidak ada niat melakukan kampanye ketika menggelar reses. “ Saya menghormati putusan Bawaslu. Intinya, saya tidak ada niat kampanye saat reses. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat,” kata Punjul. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484