Tak Ditahan, Pelaku Perusakan Baliho Caleg Segera Disidang

11
Penyidik Kejaksaan Negeri Banyuwangi menunjukkan barang bukti perusakan baliho caleg, Senin (18/3). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Kasus perusakan baliho caleg DPRD Banyuwangi dan DPR RI di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi,memasuki babak baru. Tersangka dilimpahkan oleh penyidik Polres pada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkmumdu) ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Senin (18/3). Selanjutnya, segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Meski begitu, tersangka masih menghirup udara bebas. Jaksa pada Sentra Gakkumdu tak melakukan penahanan. “ Kita dibatasi waktu lima hari untuk melimpahkan ke pengadilan. Petunjuk pimpinan, dalam dua hari akan kita limpahkan ke persidangan,” kata Humas Kejaksaan Negeri Banyuwangi Bagus Adi Saputra.

Bagus menambahkan kasus yang ditangani ini masuk dalam pidana pemilu. Sehingga, waktu penanganannya dibatasi. Pihaknya  bergerak cepat meneliti berkas penyidikan dari polisi. Tersangka, kata dia, dijerat  dengan pasal 280 ayat (1) Undang-Undang No.7/2017 tentang Pemilu. “ Ancamannya, penjara maksimal 2 tahun dan denda Rp 20 juta,” jelas Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi ini.

Kenapa tak ditahan ? Menurut Bagus, pihaknya melihat tersangka kooperatif. Sehingga, tidak dilakukan penahanan. “ Jaksa akan meneliti hasil penyidikan, selanjutnya menyusun dakwaan,” jelasnya.

Dari kasus ini, penyidik hanya menetapkan satu tersangka. Yakni, DW, warga Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Begitu diserahkan oleh penyidik Kepolisian, tersangka langsung menjalani pemeriksaan penyidik Kejaksaan. Barang bukti yang diamankan, satu lembar baliho caleg DPRD dari PKB, satu lembar baliho caleg DPR RI dari PDIP dan bukti percakapan via media sosial bernada ancaman. Kepada penyidik, tersangka berdalih nekad merusak baliho lantaran pemasangannya tak ada izin dari dirinya.

Kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) ini dilaporkan dua perwakilan caleg ke Bawaslu Banyuwangi, Februari 2019. Masing-masing  tim sukses caleg DPR RI dari PDIP, Banyu Biru Djarot dan caleg dapil 4 DPRD Banyuwangi dari PKB, Moh. Kojin. Keduanya melaporkan rusaknya baliho masing-masing. Mereka berani melapor setelah menemukan cukup bukti pelakunya. Perusakan baliho itu ditemukan, Rabu (6/2) dini hari.

Baliho yang dirusak sebanyak empat lembar. Pelaku mencabut, lalu membuangnya ke sungai dan semak-semak. Parahnya, baliho yang dirusak ini baru beberapa hari terpasang. Alat peraga kampanye (APK) ini merupakan swadaya caleg, bukan difasilitasi KPUD. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484